Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

  • 4 min read
  • Jun 20, 2019
Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Pada sistem operasi Windows, terdapat fitur utilitas yang bernama system restore. Dengan menggunakan system restore, kamu bisa membuat restore point. Restore point ini berfungsi untuk mengembalikan keadaan PC ke keadaan sebelumnya yang lebih baik.

Cara membuat system restore point di Windows 10 sebaiknya diketahui oleh setiap pengguna PC. Hal ini berguna pada saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan solusi satu-satunya adalah dengan kembali ke keadaan PC yang sebelumnya.

Apa Itu System Restore

System restore adalah alat pemulihan atau recovery tool yang mempunyai kemampuan untuk mengembalikan atau membatalkan semua perubahan yang telah terjadi pada sistem. System restore merupakan salah satu fitur utilitas bawaan sistem operasi Windows. Jadi, system restore sudah ada di sistem operasi Windows itu sendiri tanpa harus meng-install software tambahan.

System restore berguna untuk mengembalikan konfigurasi dan file sistem seperti semula. Singkatnya, system restore bekerja layaknya tombol undo yang terdapat di berbagai macam software atau aplikasi.

Tapi, system restore tidak dibuat dengan kemampuan untuk melakukan backup & restore file dan dokumen pribadi. Jadi, gunakan layanan cloud storage seperti OneDrive, Dropbox atau Google Drive untuk mencadangkan file-file penting atau dokumen pribadi. Jangan mengandalkan fasilitas system restore untuk mengembalikan file pribadi yang hilang.

Sebenarnya, secara otomatis Windows akan menyimpan serta mencadangkan konfigurasi dan pengaturan sistem menggunakan system restore. Hal ini dilakukan secara berkala pada periode waktu tertentu, misalnya seperti satu minggu sekali. Atau setiap kali perubahan yang signifikan terjadi pada PC, seperti pada saat setelah selesai meng-install driver baru, update software atau update versi Windows.

Proses pencadangan/backup file sistem otomatis oleh Windows ini juga dilakukan di layar belakang sepenuhnya. Kamu tidak akan sadar saat Windows melakukan pencadangan. Dan proses pencadangan ini juga tidak akan mengganggu aktivitas kamu pada saat mengoperasikan PC.

Penjelasan Restore Point

File konfigurasi dan pengaturan sistem tersebut dinamakan Restore Point yang akan disimpan selama periode tertentu. Jadi, Windows selalu berusaha untuk menyimpan dan mencadangkan konfigurasi sistem terbaru. Maka, secara otomatis Windows juga selalu membuat restore point baru untuk menggantikan restore point lama yang sudah melewati batas waktu tertentu.

Restore point akan sangat berguna ketika suatu saat PC sedang bermasalah. Pada saat seperti inilah restore point akan mempunyai peran yang sangat penting. Dengan restore point, konfigurasi sistem dapat dengan mudah dikembalikan pada keadaan sebelumnya.

Masalah yang menimpa PC biasanya seperti instalasi driver yang salah, software yang mengandung virus, atau salah melakukan konfigurasi file sistem. Pada banyak kasus, restore point terbukti dapat memulihkan keadaan PC dengan masalah-masalah tersebut. Windows akan memulihkan dan mengembalikan keadaan PC seperti pada saat restore point dibuat.

Dengan mengembalikan dan memulihkan keadaan Windows ke waktu tertentu menggunakan system restore, maka berikut beberapa hal yang akan terjadi:

  • Semua pengaturan dan konfigurasi sistem Windows akan dikembalikan seperti pada saat restore point dibuat.
  • Semua update Windows yang ter-install setelah restore point dibuat akan hilang.
  • Semua software yang ter-install setelah restore point dibuat akan dihapus.
  • Semua driver yang ter-install setelah restore point dibuat juga akan dihapus.
  • File dan dokumen pribadi baik yang ada pada partisi Local Disk C:\ maupun yang ada pada partisi lain akan dibiarkan utuh dan tidak akan disentuh oleh system restore.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Selain mengandalkan pembuatan restore point otomatis yang dibuat Windows secara berkala, kamu juga bisa membuat restore point secara manual. Cara membuat restore point di Windows 10 secara manual juga cukup mudah dilakukan.

Berikut tutorial cara membuat system restore point di Windows 10.

Untuk membuat restore point, kamu harus membuka jendela System Properties. Ada 3 cara untuk mengaksesnya.

Cara yang pertama bisa melalui Control Panel > System and Security > System dan pada menu sebelah kiri, pilih System protection.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Sementara cara yang kedua melalui Windows Run. Tekan tombol shortcut Win + R. Ketikkan “SystemPropertiesProtection” tanpa tanda petik lalu tekan Enter.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Dan cara yang ketiga melalui fitur pencarian Windows. Cukup cari dengan kata kunci “Create” tanpa tanda petik. Lalu, pilih Create a restore point dari hasil pencarian.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Setelah jendela System properties terbuka, pastikan bahwa kamu berada pada tab System Proptection. Secara default kamu sudah berada pada tab ini.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Jika kamu belum pernah membuat restore point sebelumnya, secara default status Protection pada Available Drives adalah Off. Jadi, statusnya perlu diubah terlebih dahulu. Caranya, klik tombol Configure… Akan muncul jendela baru lagi, pilih opsi Turn on system protection. Kemudian, pada bagian bawah, atur Max Usage menggunakan slider menjadi sekitar 3-15%. Sesuaikan dengan kapasitas harddisk PC yang kamu punya. Pengaturan ini mengatur seberapa besar ruang penyimpanan yang akan digunakan untuk menyimpan restore point yang akan dibuat. Setelah semuanya selesai, klik tombol OK.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Maka, sekarang status Protection pada drive C: atau System akan berubah menjadi On. Sekarang kamu bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya dalam membuat system restore point di Windows 10.

Selanjutnya, cara membuat restore point di Windows 10 adalah menekan tombol Create. Akan muncul pop-up yang berisi sebuah form. Isi form tersebut dengan nama atau deskripsi restore point yang akan dibuat. Dalam tutorial ini, dinamakan backup. Dan untuk memulai pembuatan system restore point, klik tombol Create sekali lagi.

Cara Membuat System Restore Point di Windows 10

Proses pembuatan restore point relatif cepat, sekitar 5-30 menit dan tidak sampai 1 jam.

Setelah selesai, akan muncul pop-up pemberitahuan The restore point was created successfully yang menandakan bahwa proses pembuatan system restore point di Windows 10 telah selesai dan siap digunakan kapanpun. Klik tombol Close untuk menutup pemberitahuan.

Waktu yang Tepat Membuat Restore Point

Waku membuat restore point yang paling tepat adalah pada saat PC dalam keadaan yang fresh. Misalnya seperti setelah melakukan install ulang, fresh install, atau juga setelah melakukan update.

Karena, pada saat-saat itulah pengaturan, registry, konfigurasi sistem dan driver masih dalam keadaan yang paling baik.

Waktu yang tepat lainnya untuk membuat restore point adalah saat sebelum meng-install aplikasi, software atau program dari sumber yang diragukan. Dengan adanya restore point, jika terjadi apa-apa maka kamu dapat mengembalikan keadaan Windows seperti sebelum instalasi software tersebut.

Sebelum membuat restore point, pastikan semua fungsi, aplikasi, software dan pengaturan berjalan dengan baik. Semua driver yang ter-install juga berfungsi dengan baik.

Pastikan bahwa Windows 10 bekerja dengan baik dan tidak ada masalah yang terjadi sebelum membuat sebuah system restore point.

Sekarang, ketika Windows 10 kamu mengalami masalah yang cukup serius dan tidak ada solusi untuk menyelesaikannya, maka kamu bisa menggunakan restore point yang sudah dibuat.


Selalu buat sebuah restore point baik pada saat sebelum maupun setelah Windows mengalami perubahan yang cukup besar atau signifikan. Dengan mengetahui cara membuat system restore point di Windows 10, maka secara tidak langsung kamu telah mencegah dan meminimalisir terjadinya masalah pada Windows 10 yang kamu gunakan.